2.8.14
8.7.14
Masih Tentang Kenapa
Kegiatan rutin tiap malemku masih sama: merenung. Dan hal yang direnungkan juga nggak jauh-jauh banget berubahnya.
"Kenapa sih Tuhan naruh aku di kedokteran?"
Tiap hari aku duduk di kelas, dengerin dokter yang asik pencet-pencet pen light sambil nyerocos gatau apaan, tapi sejauh ini tanda tanya dan "kenapa" itu masih aja nempel di otak. Buku-buku setebel bantal berasa kertas kosong yang nggak ada isinya. Sederet hafalan checklist pemeriksaan fisik berasa struk belanja bulanan di Indomei. Aku nggak fokus. Aku nggak fokus. Ini bukan tempatku, mana mungkin aku bisa nyaman?
Kurang lebih setahun aku ngejalanin kehidupan di Aceh dengan penuh tanda tanya. Bahkan kesibukanku di organisasi kampus dan BEM juga belum mampu ngehapus 2 hal yang sebenernya nggak bakal pernah ada jawabannya, sebelum Tuhan yang memberikan jawabanNya, dan tentu, tidak sekarang. Hingga akhirnya hari-hari yang dinantikan anak-anak rantau pun tiba: pulang kampung.
Udah nggak bisa diukur lagi betapa senangnya aku bisa kembali lagi ke tanah kelahiranku, Surabaya. Aku ngerasa kaya hidup kembali, merasakan lagi hiruk-pikuk kesibukan kota terbesar kedua di Indonesia. Namun ada satu hal yang aku tidak siap: menyadari kalau impianku menjadi mahasiswi DKV di salah satu institut negeri terkemuka di Surabaya, bahkan di Indonesia itu, benar-benar sudah lenyap seutuhnya; menjadi mahasiswi ITS. Hari pertama aku tiba di Surabaya, entah kenapa rasa pedih itu langsung muncul gitu aja. Ya Tuhan, tenangkanlah diriku, batinku dalam hati. Sejujurnya aku masih sering menangis, kenapa aku nggak bisa jadi kaya mereka yang beruntung bisa ngerasain jadi anak DKV. Dan lagi-lagi, kenapa.
Hari kedua, akhirnya aku nekat buat nyobain lewat depan ITS. Suhu tangan dan kakiku mendadak turun. Badanku gemetar. Mataku mulai panas. Tapi demi memenuhi keinginan hati yang pengen banget diuji (lagi), aku teruskan niatku. Pelan-pelan aku lewatin jalan itu. PENS, lewat. Grha ITS, lewat. Belok kiri, ada palang tulisan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Ah, gagal.
Air mataku udah keduluan jatuh. Aku tutup kaca helm rapat-rapat, aku pacu motorku dengan kecepatan diatas rata-rata, dan langsung melesat pulang. Masih dalam status gagal move on juga aku ternyata. Sebenarnya dalam hati juga sebel sendiri, kenapa sih masih nggak kuat aja?
Hari ini tepat 12 hari aku menghirup udara di tanah kelahiranku. Dan udah 11 kali juga aku lewat depan ITS. Tapi sayang, hasilnya masih sama; nangis. Sugesti untuk tegar dan motivasi untuk terus berpikir positif, kayanya udah nggak ada gunanya lagi. Despro. DKV. Despro. DKV. Ah, kenapa sih?!
Tapi, malam ini, aku nyoba lagi lewat depan ITS. Kali ini, sengaja aku jalan pelan-pelan, nggak peduli orang-orang pada mencet-mencet klakson gara-gara aku yang jalannya kaya siput bangun tidur. Memang sih masih nangis, malah tadi belum sampai di depan PENS aja udah banjir. Dengan gaya sok kuat aku masih jalan pelan-pelan. Tapi ada satu pikiran terlintas dipikiranku.
Kalau aku nggak jodoh buat jadi mahasiswi ITS, siapa tahu jodohku justru jadi dosennya, jadi tenaga pengajarnya!
Aku berhenti persis tepat di depan tulisan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pura-pura main HP padahal sebenernya asik mandangin tulisan kampus yang pernah menjadi impianku, bahkan mungkin sampai saat ini, dan seterusnya. Aku tersenyum, dan lagi-lagi sok tegar. Yah, manusia boleh dong punya mimpi, punya harapan. Asalkan ada doa dan usaha, ditambah tawakkal, mungkin Tuhan mau berbaik hati mewujudkan impian yang mungkin menurut beberapa orang adalah mimpi yang sepele. Kunyalakan lagi sepeda motorku, aku buka kaca helm lebar-lebar, dengan kecepatan normal aku pulang sambil menikmati angin malam.
Waktu menunjukkan pukul 21.06 WIB saat aku tiba di rumah. Aku sadar, hari ini aku belum menyentuh HP dan tabletku seharian. Dan benar saja, 25 missed calls, 13 SMS, 314 chat line, dan 11 chat BBM. Luar biasa. Aku buka semuanya satu-satu. Tumben nih nggak ada yang ngirim chat nggak penting. Tapi ada beberapa pesan yang sebenarnya udah sering aku terima dan aku dengar, tapi maknanya jadi lain banget hari ini.
"Ren, gimana? Udah selesai desain posternya?"
"Ren, desain ID Card udah selesai belum?"
"Ren, gimana konsep video buat penerimaan maba nanti?"
"Dek Renda, gimana majalahnya? Layout sudah selesai? Covernya ada kesulitan?"
Ternyata teman-temanku di Aceh, mengirim pesan yang sama berulang-ulang karena aku hari ini sama sekali nggak pegang HP. Aku tersenyum sambil membalas satu-satu pesan mereka. Memang, desain pesanan mereka udah aku kerjakan semua dan siap dikirim lewat email. Aku buka laptopku, aku buka file yang judulnya "Desain" dan tanpa aku sadari, udah puluhan desain poster, ID card, spanduk, pamflet, brosur, buletin, berbaris rapi disana. Dan semuanya adalah hasil kerjaku, yang alhamdulillah sejauh ini nggak pernah ada komplain 'kurang puas'. Yah, setidaknya kesenanganku masih bisa tersalurkan, dan lebih bahagianya lagi, banyak orang yang tersenyum senang karena karya-karyaku, dan buatku, itu udah lebih dari cukup.
![]() |
| benda-benda ini adalah hiburanku, obat paling ampuh buat ngilangin badmood. |
Belum selesai sampai disitu. Beberapa hari lalu aku sempat juga nge-share video tentang nasib para dokter di Indonesia. Aku masih inget banget gimana isinya. Di video itu diceritain kalau jadi dokter itu susahnya minta ampun. Sekolahnya aja udah lama banget, apalagi kalau ambil spesialis dan sebelumnya juga ambil magister atau S2 (dan spesialis itu bukan jenjang S2). Biaya sekolah di S1 kedokteran, terutama di pendidikan dokter, menghabiskan biaya sekitar 98 juta rupiah dalam kurun waktu sekolah minimal 5 atau 6 tahun. Itu baru S1. Namun, para dokter yang bekerja sebagai PNS, hanya digaji 1,5-2 juta perbulan. Jika masih merasa kurang cukup, mereka akan membuka praktek dokter sendiri saat mereka tidak bekerja di rumah sakit.
"Jadi dokter itu tujuannya dari hati, bukan cari uang. Kalau mau cari uang mending jadi pengusaha aja"
Aku jadi kepikiran beberapa hal. Mungkin Tuhan punya jalan cerita sendiri kenapa aku harus ada di kedokteran. Mungkin Tuhan punya jalan cerita sendiri kenapa aku masih bermimpi bisa jadi warga ITS suatu hari nanti. Mungkin Tuhan punya jalan cerita sendiri kenapa aku harus jauh-jauh ke Aceh, jauh dari rumah, untuk menempuh pendidikan perkuliahan.
Atau mungkin, Tuhan punya jalan cerita sendiri, yang aku nggak bakalan bisa ngerti apa maksudnya, nggak bakalan bisa ketebak jalan ceritanya, dan yang aku tahu pasti, kalau Tuhan yang bikin cerita, akan selalu berakhir bahagia. Apapun, gimanapun caranya.
Yang jelas, satu yang pasti masih jadi pertanyaan besar, dan sekali lagi, hanya Tuhan dan waktu yang tahu jawabannya; KENAPA.
11.6.14
20.4.14
Sajak di Secarik Kertasku, Untukmu.
Tak apa, sayang
Tuhan masih menyayangiku hari ini
Walaupun hanya sepatah kata terucap darimu,
Tapi aku tahu,
Kamu telah meluangkan waktumu yang berharga untukku,
Seorang wanita yang hanya bisa memelukmu dalam emoticon,
Dan bukan pelukan sesungguhnya
Tak apa, sayang
Teman-temanku sudah cukup menghiburku hari ini
Walaupun tetap hanya sepatah kata terucap darimu,
Tapi aku tahu,
Betapa kamu sedang disibukkan dengan perjalanan panjang
Dari kota Sriwedari ke kota Pahlawan
Tak apa, sayang
Mendengarmu sampai di rumah dengan selamat saja sudah cukup bagiku
Tak perlu lagi ucapan selamat ulang tahun darimu
Aku tahu kamu ingat
Tapi hanya saja,
Mungkin kamu tak sempat mengucapkan
Tak apa, sayang
Maaf kalau aku terlalu berharap lebih
Beristirahatlah malam ini
Mentari masih menunggumu esok hari
Dan terima kasih masih mau bersamaku sampai hari ini
Mungkin sampai esok, bahkan seterusnya
Tak apa, sayang
Mungkin ini balasmu
Balasanku yang sibuk sendiri dengan kegiatanku saat hari kelahiranmu
Tak apa sayang, sungguh
Kalau ini bukan cinta,
Mungkin aku sudah acuh padamu sedari tadi
Tak apa, sayang
Tak apa
Tuhan masih menyayangiku hari ini
Walaupun hanya sepatah kata terucap darimu,
Tapi aku tahu,
Kamu telah meluangkan waktumu yang berharga untukku,
Seorang wanita yang hanya bisa memelukmu dalam emoticon,
Dan bukan pelukan sesungguhnya
Tak apa, sayang
Teman-temanku sudah cukup menghiburku hari ini
Walaupun tetap hanya sepatah kata terucap darimu,
Tapi aku tahu,
Betapa kamu sedang disibukkan dengan perjalanan panjang
Dari kota Sriwedari ke kota Pahlawan
Tak apa, sayang
Mendengarmu sampai di rumah dengan selamat saja sudah cukup bagiku
Tak perlu lagi ucapan selamat ulang tahun darimu
Aku tahu kamu ingat
Tapi hanya saja,
Mungkin kamu tak sempat mengucapkan
Tak apa, sayang
Maaf kalau aku terlalu berharap lebih
Beristirahatlah malam ini
Mentari masih menunggumu esok hari
Dan terima kasih masih mau bersamaku sampai hari ini
Mungkin sampai esok, bahkan seterusnya
Tak apa, sayang
Mungkin ini balasmu
Balasanku yang sibuk sendiri dengan kegiatanku saat hari kelahiranmu
Tak apa sayang, sungguh
Kalau ini bukan cinta,
Mungkin aku sudah acuh padamu sedari tadi
Tak apa, sayang
Tak apa
18.4.14
Surga dalam Neraka
"Rene, aku pulang dulu ya!" aku mengangguk perlahan sambil tersenyum, mengiyakan pernyataan teman-temanku yang entah sudah berapa kali aku dengar bersahutan. Aku sendiri masih tak berniat pulang, toh, suasana kelas siang ini tak sepanas biasanya. Tak ada salahnya menikmati barang sepuluh atau lima belas menit.
Aku bangkit dari tempat dudukku, bangku kedua dari depan, berjalan menuju jendela tepat di samping meja guru, duduk manis di atas meja guru yang sudah agak usang itu, menatap kearah lapangan parkir yang mulai kosong. Satu-persatu mobil mulai hilang dari hadapanku, tidak jauh beda dengan riuh suara lelah teman-teman sekelasku lainnya yang tak lagi ramai dan perlahan-lahan berubah menjadi sunyi. Hingga aku tersadar bahwa tinggal aku sendiri saja yang ada di kelas ini.
Aku mengalihkan pandanganku ke seluruh sudut kelas. Mencoba mencari sesuatu yang menarik untuk dilihat. Namun satu-satunya yang menarik hanyalah tasku, yang aku biarkan tergeletak diatas meja dalam keadaan menganga lebar. Kacau balau. Buku-bukuku juga masih berserakan. Tak terbesit di benakku untuk merapikannya. Ah, biar saja, batinku.
"Belum pulang, Rene?"
Sesosok laki-laki berdiri di ambang pintu. Ya, Christopher, teman sekelasku yang menurutku berbeda dari laki-laki yang lain, yang keberadaannya selama setengah semester ini mendadak sering membuat kupu-kupu yang ada di perutku beterbangan, membuat jantungku yang tadinya bekerja normal mendadak tidak stabil.
"Belum, Chris. Kau juga belum pulang rupanya? Ada perlu apa kau kembali ke kelas?"
"Ah, tidak. Tadinya aku ingin mencari penaku yang tertinggal di...."
"Meja guru, kan? Sepertinya ini memang milikmu"
Aku melemparkan sebuah pena berwarna biru, kemudian ia menangkapnya dengan sempurna. Senyum tak terlalu lebar tersirat di wajah lelahnya. Dingin. Entah apa arti senyumnya itu. Namun belum sempat aku berpikir mengenai arti senyumnya itu, kupu-kupu di perutku sekali lagi kembali beterbangan. Dan sekali lagi, jantungku bekerja tidak stabil. Kelenjar adrenalku mendadak bekerja lebih keras dari biasanya. Mataku terpaku, otakku serasa beku.
"Terima kasih, Rene"
Ia berjalan mendekat, menghampiriku yang sedang duduk manis di meja guru sambil memandangi lapangan parkir. Dan dengan bodohnya, aku masih sibuk menata kembali perasaanku, menyembunyikan sesuatu yang seharusnya dia tidak usah tahu. Aku bingung. Semuanya jadi serba salah.
"Rene? Kau tidak apa-apa?"
Blap! Aku kembali sadar. Syukurlah.
"Ah, ti....ti.....tidak apa-apa kok, Chris. Aku ha....hanya...."
"Melihat ke arah lapangan parkir, kan?"
Aku menoleh padanya dan menggangguk sambil tersenyum. Dan aku temukan satu lagi keagungan Tuhan yang sungguh nyata dan indah, menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang tercipta sempurna. Ya, mata biru milik Christopher. Mata yang menenangkan, sekaligus misterius, namun menyiratkan suatu arti tersendiri. Sekitar tiga detik aku menatapnya, mencoba menerka apa yang ada di dalamnya. Namun batinku goyah, aku kembali tersadar dari halusinasi singkatku. Bodoh, kalau sampai dia tahu arti sirat mataku, bisa mati aku, batinku. Namun Christopher hanya diam. Nampaknya ia tak sadar aku sedang menerka arti sirat matanya yang misterius itu tadi.
Seketika aku dan Christopher larut dalam diam. Sunyi. Kesunyian yang berbeda dengan kesunyian-kesunyian sebelumnya. Kesunyian yang begitu berarti untukku, mungkin. Dimana dua orang manusia disibukkan dengan pikiran dan imajinasi masing-masing. Lucu juga, jantungku yang tadi seperti akan melompat keluar mendadak mulai tenang, semakin tenang. Aku memejamkan mata sejenak, membiarkan seluruh sel-sel di dalam tubuhku mendengar desiran darahku sendiri, mengalir dari ujung rambut ke ujung kaki, bersamaan dengan sapuan angin sore di wajahku, membuat rambutku seolah menari. Begitu tenang dan damai.
"Aku bisa membayangkan lapangan parkir ini saat pagi hari. Penuh. Riuh. Terkadang kacau, tapi wajah-wajah tidak peduli itu tetap melengos masuk ke neraka ini"
Suara Christopher membuyarkan semuanya. Aku membuka mata dan kembali pada kenyataan bahwa ia memang masih disini, di sampingku, tanpa satu sentimeterpun bergeser menjauh. Matanya masih menatap lekat ke arah langit jingga di luar jendela. Neraka? Tempat ini adalah neraka baginya? Baiklah, untuk alasan tertentu aku terpaksa menahan diri untuk tak menanyakan hal itu padanya.
“Kau tahu, Rene? Tempat ini adalah neraka”
Tunggu, kau sudah mengatakan hal itu sebelumnya. Tentu saja aku sudah tahu. Yang benar saja!, batinku.
“Namun neraka ini berbeda, neraka yang memiliki surga di dalamnya, meskipun hanya satu, kecil, dan nyaris tidak tampak”
Aku sungguh tak mengerti apa yang ia ucapkan. Surga? Hanya satu? Di tengah neraka? Apa ia sedang bergurau?
“Hahaha, sudahlah, aku mulai membayangkan yang tidak-tidak. Aku pulang dulu ya, Rene. Terima kasih sudah mau mengembalikan penaku”
Ia melengos begitu saja, meninggalkanku yang masih terpaku menatapnya berjalan pergi. Entah kenapa, melihat hal itu, kata-kata yang entah dari mana datangnya, keluar begitu saja, seolah mengejek kemampuan otakku untuk berpikir lebih cepat dari itu. Kedua kakiku serasa menyuruhku untuk bangkit dari posisi dudukku, memaksaku berdiri, dan pada akhirnya menanyakannya.
“Chris, yang kau sebut surga dalam neraka, i....itu, sebenarnya, a...a....apa?”
Christoper menghentikan langkahnya. Terdiam sejenak, untuk setelahnya berbalik arah dan menatap mataku lekat. Sirat mata itu, aku melihatnya lagi. Sirat mata yang menyiratkan suatu arti tersendiri. Dan kini sirat mata biru itu menatapku lekat, tak membiarkanku melewatkan satu detikpun untuk berpaling. Bahkan berkedip.
“Kau mau tahu apa surga dalam neraka itu?”
“Memangnya apa?”
Christopher terdiam. Mulutnya terbuka seolah ia ingin mengatakan sesuatu, lalu mengatup kembali. Suasana menjadi hening sesaat, sebelum akhirnya ia tertawa kecil sambil tersenyum penuh arti.
“Kau, Rene”
Mataku masih menatapnya, dengan binar ketidakpercayaan. Seluruh tubuhku bergetar. Tangan dan kakiku serempak menurunkan suhunya, bersiap-siap untuk terbang melayang-layang di udara, atau berlarian di bawah guyuran dedaunan jati yang meranggas. Aku terdiam. Terkejut, tidak percaya. Aku? Surga?
“Kau masih tidak percaya, Rene? Baiklah, aku rasa kau butuh bukti”
Christopher berjalan menghampiriku yang sedari tadi masih berdiri dalam posisi yang sama, masih dalam tatapan matanya yang lekat. Aku merasakan ada sesuatu yang meraih kedua tanganku, menggenggamnya erat. Christopher mendekatkan posisi tubuhnya, hingga ia tiba persis di samping telinga kananku.
“Aku mencintaimu”
Ia berbisik. Bisikan paling tulus yang pernah aku dengar. Bisikan yang meluluh-lantahkan ketakutanku, keraguanku. Kupu-kupu dalam perutku kembali beterbangan, dalam koloni yang lebih banyak. Pandanganku mendadak kabur, rupanya ada setetes kebahagiaan yang menetes dari sana. Aku tersenyum, entah apa definisi senyum itu. Ada kebahagiaan, haru, semuanya. Kebahagiaan, dimana akhirnya ada orang yang berani untuk mencintaiku, dan menungkapkannya. Haru, dimana akhirnya hatiku menemukan rumah yang sebenarnya, yang benar-benar menerimaku apa adanya.
Aku memeluk Christopher, membiarkan ia merasakan kebahagiaan itu sejenak, sebelum akhirnya aku melepas pelukannya dan berkata “Aku lebih mencintaimu”
Jika aku adalah surga kecilmu, maka kedua mataku adalah malaikat-malaikat penghuni surga itu. Hatiku adalah tempat dimana kau akan tinggal selamanya. Pundak dan tanganku adalah tempat dimana kau menaruh harapan-harapanmu, harapan-harapan kita, bersama dengan kehangatan sentuhan tanganmu. Maka inilah aku, surga kecil dalam nerakamu, satu-satunya hal yang masih membuatmu bertahan.
13.4.14
Kapal Kayu
Terombang-ambing
Bagai perahu kayu di laut lepas
Sungguh, ombak ini terlalu kencang
Menerjangku, tak sekali, dua kali
Terhempas hingga jauh
Aku sudah terlalu jauh dari dermaga
Ingin kembali pun, aku tak bisa
Lagipula, ombak ini masih terlalu kencang
Untukku yang rapuh, porak-poranda
Terhuyung lemah, tak tahu harus kemana
Tuhan, cobaan apa lagi ini?
Kayu-kayu perahuku sudah semakin rapuh
Tak adakah satu mercusuarMu menuntunku pulang?
Bagai perahu kayu di laut lepas
Sungguh, ombak ini terlalu kencang
Menerjangku, tak sekali, dua kali
Terhempas hingga jauh
Aku sudah terlalu jauh dari dermaga
Ingin kembali pun, aku tak bisa
Lagipula, ombak ini masih terlalu kencang
Untukku yang rapuh, porak-poranda
Terhuyung lemah, tak tahu harus kemana
Tuhan, cobaan apa lagi ini?
Kayu-kayu perahuku sudah semakin rapuh
Tak adakah satu mercusuarMu menuntunku pulang?
10.2.14
:)
Aku mencintaimu dengan sederhana
Sama sederhananya seperti saat kamu tersenyum
Ikhlas, begitu bahagia
Membiaskan binar-binar bintang maha terang
Aku mencintaimu dengan sederhana
Sama sederhananya seperti saat kamu berbicara
Tegas, lugas, penuh semangat
Membuat tubuhmu seakan habis terpanggang oleh semangatmu yang membara
Aku mencintaimu dengan sederhana
Sama seperti saat kamu tertawa
Lepas, lantang, tanpa beban
Seolah hidupmu hanya untuk berbahagia
Tidak pernah kamu biarkan awan hitam menaungi satu sentimeter pun langkahmu
Aku mencintaimu dengan sederhana
Sama seperti saat jemari lincahmu menari diatas tuts piano
Gemulai, penuh perasaan
Mendentingkan nada-nada indah bernuansa klasik sarat makna
Aku mencintaimu dengan sederhana
Sangat sederhana
Sesederhana aku yang membuat puisi ini atas nama rasa rindu
Sesederhana aku yang terduduk diam bersama bayangmu
Disini, dibawah langit malam ini
Langitku, dan langitmu
Bukankah itu masih langit yang sama?
Langit yang aku lihat sekarang
Langit yang kamu lihat juga dari sana, kan?
Karena aku mencintaimu dengan sederhana
Sama seperti saat aku menatap langit hitam ini
Langit hitam yang sama saat aku terakhir kali tertawa bersamamu
Masih langitmu, dan langitku
9.10.13
new life; college life
by the way, aku udah bukan anak SMA lagi lho. aku udah jadi mahasiswi sekarang.
seneng? nggak juga.
sedih tau jadi mahasiswa. dianggap udah mandiri. udah dibina jadi mental calon mahasiswa yang kuat waktu di SMA. ya seneng sih seneng ya, udah dewasa. udah agak bebas dari kekangan orang tua. apalagi sekarang aku nggak kuliah di Surabaya. tapi tetep aja belajarnya harus lebih giat lagi. hiks.
hmm, panjang ceritanya kenapa aku nggak kuliah di Surabaya, padahal dari lahir sampe kelas 3 SMA muternya disitu-situ aja. itu juga salah satu alasan sih kenapa aku jarang banget bisa posting ke blog kaya gini. kesibukan yang padat dan jadwal kuliah (duh, kuliah sekarang) yang selalu full dari jam 8 pagi sampe 6 sore bikin pening. jadi langsung saja.
jadi, waktu SNMPTN kemaren ceritanya aku ga lolos. dan terjadilah perdebatan panjang antara aku sama mama-papa. mereka pengen aku sekolah kedokteran (yeah, but I still don't get it why almost all of parents in this planet wants their children to be a doctor), sedangkan aku pengen sekolah desain produk di ITS. udah tau sendiri kan repotnya kalau jalan pikiran anak nggak sejalan sama orang tua. namun toh setelah perdebatan panjang yang rumit, ujung-ujungnya aku ikutin aja apa maunya mama-papa. dan impian mereka jadi kenyataan: aku calon dokter sekarang. iya. calon dokter.
aku berhasil jadi mahasiswi kedokteran setelah lulus tes tulis yang nama kerennya SBMPTN. mau tau aku lulus dimana sekarang? nih, cekidot fotonya bro, sis.
![]() |
disini, disini, di tempat tercinta, Universitas Syiah Kuala~ *nyanyi iki ceritane*
|
udah jelas kan? itu almamater aku sekarang, Universitas Syiah Kuala. tepatnya di fakultas kedokteran. Unsyiah (ini ceritanya nama keren universitas saya gitu) ini berada di ujung barat Indonesia, provinsi paling ujung di pulau Sumatera. yup, di Banda Aceh. sekarang kalian bisa nganga, ngowoh, ndlahom, ngiler, ngences, dan sebagainya. "Kok jauh banget sih, Ndang?" "Kenapa kok milihnya di Aceh?" adalah pertanyaan yang selalu dipertanyakan orang-orang kepada saya, khususnya orang Aceh itu sendiri. nggak perlud dijawab detail juga kali ya, kalau nggak milih unsyiah ya ngapain namaku nyangsang (oke, nyangsang itu bahasa indonesia-nya apa?-_-) disitu. apalagi amanah mama-papa dan keluarga besar yang aku emban disini. jadi, toh disyukuri aja. kuliah dimanapun sama aja kok, asalkan niatnya sama: cepet lulus biar cepet pulang jadi abdi masyarakat yang nggak menyimpang dari etika-etika kedokteran.
eits, jangan salah kaprah bro. di FK, khususnya prodi pendidikan dokter, juga banyak kok pendatang dari Jawa. malah ada yang dari Papua. lebih ujung lagi tuh dari pada Surabaya yang cuma ujung timurnya pulau Jawa, bukan Indonesia. ya meskipun jarang yang dari Jawa Timur sih, tapi toh, Jawa Tengah juga sama-sama pake bahasa Jawa, jadi tetep bisa mengobati rasa rindu kampung halaman dengan membudayakan berbahasa Jawa sesama orang-orang Jawa disini. bukannya kita rasis, kita cuma nggak mau lupa sama asal daerah kita aja. dan tetep, medhokku iki lho rek sek dadi ciri khas. arek Jawa Timur kudu bangga nek medhok, rek!
oke, lanjut.
so, I socialize here. got new friends, new family, new teachers, new environment. awalnya sih jelas kenalan sama anak-anak yang satu kampung halaman alias anak Jawa ngahahaha. oke, salah satu yang paling akrab adalah Ocik. nama lengkapnya Leily Rosyidah. anak Cepu, yang ternyata pernah tinggal di Surabaya. waktu ketemu Ocik, rasanya seneng banget. akhirnya ada yang biasa diajak ngomong bahasa Jawa setelah waktu itu mungkin hampir sebulan aku sama sekali nggak komunikasi pake bahasa jawa di Banda Aceh, kecuali sama mama sih kalau di telpon.
![]() |
| left to right: me and Ocik. ketok nek arek Jowo toh?:)) |
tapi sayangnya, aku sama Ocik nggak sekelas. aku kelas B, Ocik kelas A. karena jadwal kita nggak pernah bareng kecuali waktu kuliah umum, jadilah kita jarang ketemu. sedih sih, tapi toh pas kuliah pakar di aula tetep ketemu kok.
oh iya, selain Ocik, ada lagi nih. sama-sama pendatang. bedanya, mereka pendatangnya nggak jauh-jauh amat kaya saya. mereka adalah Rara, Hasna, dan Putri. Rara sama Putri dari Medan, kalau si Hasna ini dari Depok. tapi Hasna udah pernah kuliah setahun, jadi seharusnya aku manggil dia kakak sih, tapi dianya nggak mau jadinya yaudah:|
![]() |
| top left to bottom right: Hasna, Rara, Putri (yang pegang piring), and me |
daaaan kami berempat sebenarnya adalah teman satu kelas di B-03 hahaha. tapi aku kemana-mana hobinya sama mereka sih. daripada penasaran, mending sekarang aku kenalin temen-temen sekelasku aja ya. ketua kelas kita namanya Anji, dengan komplotan pria-pria yang diam-diam menghanyutkan lainnya seperti Guntur, Sando, dan Fadhil. dari keempat pria ini, Fadhil yang paling diem menurutku. sementara ketiga lainnya......ah, tau sendiri lah gimana. dan komplotan wanita kita ada aku, Rara, Hasna, Putri, Cut Nad, Nana, Pita, dan Rina. kami ber-12 ini super sekali. kemana-mana berisik, terutama cewek-ceweknya yang selalu bikin Jibos alias Anji ngomel terus-terusan hahaha. tapi seru sih, ada aja yang diomongin, diketawain, dibecandain, sampe didiskusiin yang serius banget gitu juga ada. ah, keluarga baru yang menyenangkan lah pokoknya. dan ini adalah kami, B-03.
![]() |
| ini waktu kelas tutorial fresh scenario pertama kita. ngeksis dulu sebelum dosennya masuk. this picture was taken by me. |
and, we've been through everything selama hampir 2 bulan sekelas. mulai dari disensiin dokter di skill lab yang ngirain kita anak semester 3, kena omelan dokter waktu masuk lab fisiologi, heboh sendiri waktu belajar histologi di kantin, kegaduhan nyari probandus dan teriak-teriak nggak mau disuntik waktu punksi vena, sampe bela-belain belajar anatomi bareng di skill lab padahal harusnya kita latihan mandiri scrub up and gloving dan ketahuan dokter senior. sebenernya sedih juga kalau tau semester 2 nanti kita nggak sekelas lagi soalnya kelasnya bakalan diacak lagi. tapi nggak apa-apa lah, selagi masih bisa bareng-bareng, kenapa nggak dimanfaatin sebaik-baiknya kan? mehehehe.
oh iya. selain sibuk kuliah dan menggila sama mereka semua, disini aku juga sering jalan-jalan dong jangan ditiru ya. lebih tepatnya sih ngafalin jalan. masa dari dulu cuma hafal jalan dari rumah ke masjid raya Baiturrahman doang. di Banda Aceh juga udah gaul sekarang, ada mall men hahaha. ya meskipun mall-nya cuma 1/16-nya Tunjungan Plaza, tapi tetep aja lumayan lah, nggak perlu terlalu jauh ke Medan lagi buat sekedar nge-mall. lagian disini juga banyak cafe buat tongkrongan asik dan murah, pas banget buat kantong-kantong mahasiswa kaya kita. well sebenernya, yang bagus disini itu pantainya bro. jadi sebenernya nggak ada mall yang gede pun disini nggak masalah, karena wisata pantai disini bagus-bagus, nggak kalah kok sama Bali. cuma ya gitu, karena lokasinya yang jauh, jadi belum banyak yang kesini. selain itu, di Banda Aceh juga ada event 5 tahun sekali, namanya Pekan Kebudayaan Aceh. dan kebetulan banget, tahun ini adalah tahun ke-6 PKA diselenggarakan. nggak mau ketinggalan dong, aku juga dateng ke PKA hahaha udah sah jadi anak gaul Banda Aceh belum nih?. jadi ceritanya aku, Rara, sama Hasna ngerencanain buat ke PKA abis kuliah hari Jumat karena jadwalnya cuma sampe siang. karena rencananya dadakan, akhirnya Isna dan Afiya ikut juga sama kita bertiga. dengan kenekatan luar biasa, berangkatlah kita ke kota naik labi-labi ( labi-labi ini sejenis angkot. bukan, bukan sodaranya laba-laba). dan setelah sampai di PKA.....WOW! serius itu acara rame, keren, bling-bling banget! mirip pasar malem sama pameran budaya gitu deh.
![]() |
| left to right: Hasna, Rara, Isna, Afiya, me. |
![]() |
| udah jadi anak gaul Banda Aceh nih bro udah ke PKA muahahaha |
tapi yah, disamping semua itu, tetep disini tujuan utamanya ya sekolah. nyari ilmu sebanyak-banyaknya buat masa depan. serius, kerasa banget ilmu selama di SMA waktu di kuliah ini, karena kuliah ini sebenernya cuma pengembangan ilmu-ilmu yg di SMA aja. jadi buat kalian yang masih SMA, giat-giat belajar deh, apalagi bidang yang kalian suka dan nantinya bakal dipake lagi di perkuliahan. dan tentu aja, kita juga harus belajar pelajaran kuliah itu sendiri dong. meskipun dasarnya cuma pengembangan, apalagi kedokteran yang sebagian besar mengembangkan pelajaran biologi (ya iya lah-_-). aku disini juga punya target buat lulus persis 5 tahun; 3,5 tahun pendidikan teori dan 1,5 tahunnya lagi pendidikan profesi alias koass. doain aja deh semoga keinginanku yang itu tercapai muehehe.
oke, sekian dulu dari aku. kapan-kapan aku sambung lagi dengan cerita-cerita soal dunia baruku ini. ciao!
photo gallery:
![]() |
| me, Rara, Putri, Cut Nad, Hasna. abis berkutat sama punksi vena hahaha |
![]() |
| Hasna, Cut Nad, Rara, Putri, me, and Ocik. ceritanya tombo ngantuk abis dengerin kuliah pakar muehehehe |
![]() |
| di PKA nih. Afiya, Rara, mas-mbak-yang-di-PKA, Hasna, me, and Isna. |
![]() |
| wanita-wanita perkasa dari B-03 nih. ada Hasna, Putri, Rara, Nana, Cut Nad, Rina, me, and Pita. |
![]() |
| foto sama adek jepang ganteng waktu makan di kantin jepang. Hasna, Putri, me, and Rara. |
![]() |
| ini nih stetoskop pertamaku muahahaha unyu kan warnanya warna favoritku, merah:3 |
24.5.13
alhamdulillah...
alhamdulillah...
alhamdulillah...
terima kasih ya Allah, terima kasih:'D semoga dengan nilaiku yg segini bisa membawaku masuk ke universitas impianku ya Allah. terima kasih, terima kasih, ya Allah. alhamdulillah.
20.4.13
hello, 18.
selamat ulang tahun, diri sendiri!!! *lempar-lempar kertas* *lari-lari di padang bunda sambil bawa selendang* *pasang meme me gusta*
alhamdulillah, masih dikasih umur panjang sama Allah, masih bisa bernapas, menikmati indahnya dunia, dan yang jelas masih berada di sekitar orang-orang yang aku sayangi. entah kenapa, diumur 18 ini rasanya bukan seneng lagi, tapi lebih merasa terbebani. udah segini lama aku hidup di dunia, tapi masih belum menghasilkan apa-apa yang buat orang tua, keluarga, dan orang-orang yang aku sayangi bangga sama aku yang sekarang. sedih sih rasanya masih belum bisa ngasih apa-apa buat mereka. tapi tenang aja, suatu hari nanti, aku pasti bakalan bikin mereka semua bangga punya aku. mungkin nggak sekarang, mungkin nggak 2 tahun lagi. tapi mungkin, saat dimana aku udah benar-benar siap menjadi orang sukses. amin, as soon as possible.
harapannya diumur 18 ini.....apa ya?._. bingung juga sih. ya intinya, lebih dewasa. nggak boleh gampang nangis lagi. nggak boleh sering-sering ngerasa insecure terus galau-galau sendiri. nggak boleh males, apalagi buat ngejar mimpi-mimpiku. nggak boleh nyusahin orang lain lagi, terutama sahabat-sahabat dan orang-orang terdekat. dan satu lagi, harus berpikir positif tentang masa depan. masa depan nggak ditentuin dari asal sekolah, tapi karena dasar kemauan dan keinginan untuk mewujudkan mimpi itu. kalau kata pepatah sih "just go and build your own dreams or other people will hire you to build theirs" dan ini sebenernya yang menurutku paling penting; menjadi wanita mandiri. seorang wanita itu tegar, tegas, bijaksana, berkharisma, dan yang pasti harus udah dikit-dikit punya jiwa keibuan lah, nggak manja-manja lagi.
harapan berikutnya......oh iya kelulusan dan pengumuman SNMPTN. ya, kalau urusan yang satu ini aku cuma bisa berharap, sisanya Allah yang menentukan. tapi harapannya sih, aku bisa lulus dengan nilai UNAS yang memuaskan, diterima di PTN yang aku pengen (dan juga dikehendaki sama Allah) lewat jalur SNMPTN. paling enggak, dengan dua hal itu, aku bisa bikin mama&papa senyum bahagia lah, dan (mungkin, sedikit agak) bangga punya anak model kaya aku begini. amin ya robbal alamin.
uhm, kemudian, uhm, semoga Allah nggak misahin aku sama orang yang udah bener-bener bikin aku kecanduan buat saat ini dan selamanya. semoga aku bisa lebih ngertiin dia, lebih bisa memahami sifat-sifatnya dia, lebih bisa bijak dalam memberi saran dan mengambil keputusan buat kebaikan kita berdua. dan semoga kita langgeng sampai dengan waktu yang tidak akan pernah ditentukan hehehe. *amin10000000x*
oh iya, by the way, ini pertama kalinya ulang tahunku bakal dirayain tanpa keluarga. yap, I'll go to Bali this afternoon with my friends! bahagianya hati ini. ya semoga saja tetap bisa se-menyenangkan saat dirayakan sama keluarga di rumah lah. semoga bisa tetep jadi hari yang baik dan indah setiap tahunnya. dan semoga kami semua selamat pulang dan pergi dari dan ke Bali, amin.
I think I'm done with this words. gotta sleep. happy birthday, me. bye everyone xx.
1.3.13
1-3-13
Cerita ini tak lagi sama
Meski hatimu selalu di sini
Mengertilah bahwa ku tak berubah
Lihat aku dari sisi yang lain
Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Waktu yang telah kita lalui
Buatmu jadi lebih berarti
Luluhkan kerasnya dinding hati
Engkaulah satu yang aku cari
Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku, kau melegakan aku
(Tak Lagi Sama - Noah)
maaf ya akhir-akhir ini aku ninggal-ninggal kamu terus. maaf juga aku bikin kamu repot dan bingung gara-gara seminggu ini ipunku off dan pulsaku selalu terampas oleh provider nggak jelas satu itu. maaf lagi. sekali lagi maaf. aishiteru♥
Harlem Shake by The Passioners
P.S: btw saya juga ikut lho. cari sendiri ya saya yang mana:))
17.2.13
after the chemistry practical exam
23.1.13
ESQ with The Passioners
hello, blogspaaaaah!!! udah lama banget rasanya ga bersua disini. well, sebenernya aku sudah terlalu sibuk dengan yang namanya tugas, persiapan ujian praktek, persiapan pendaftaran SNMPTN, dan UNAS! fuq. 20 paket soal lho. bayangin aja mbuletnya kaya apa. oke. tapi kali ini aku gamau bahas soal UNAS karena sesungguhnya sebagai seorang pelajar level akhir, saya sudah agak muak denger kata-kata UNAS, UNAS, dan UNAS lagi. perasane enak mikirno UNAS-_,-
jadi, tanggal 18 dan 19 Januari 2013 kemaren, aku dan temen-temen XII IPA 1 alias The Passioners abis semacam refreshing trip sekalian ESQ. acara ini yang ngadain sekolah, jadi kebetulan kelasku ga sendirian, tapi ditemani oleh XII IPA 2, dan emang setiap anak kelas 12 wajib ikut. ya sebenernya acara utamanya ESQ sih, tapi aku tetap akan menyebutnya dengan liburan dadakan 87 hari sebelum UNAS. oke, so, here's the story.
Jumat, 18 Januari 2013.
seperti biasa, paginya kita sekolah. tapi bawaannya beda. biasanya aku hari jumat cuma bawa satu tas ransel, dan itu isinya cuma beberapa gebok buku, dan bisa dipastikan tas itu enteng sekali (entengnya tas sekolah anak zaman sekarang kaya apa sih ya he. he. he.) kawan-kawan. tapi, Jumat kemaren agak beda. aku, dan anak-anak sekelas lainnya, membawa barang yang sesungguhnya kaya mau minggat, padahal cuma nginep semalem doang. hari itu kami lalui dengan bahagia, namun semuanya berubah pas sebelum sholat Jumat; langitnya mendadak galau. awan kelabu bertebaran dimana-mana. semacam kaya mau ada cairan yang terjun bebas ke bumi, dan sebenernya agak membuat kami sedih. kenapa? masa iya kita berangkat ESQ ke Malang dengan berhujan-hujan. apalagi naik ELF, bukan bis. anak-anak cewek yang masih berdiam diri di kelas mendadak galau. galau yang ga bawa sandal lah, galau ga bawa jas hujan lah, payung lah, jajan lah, uang lah, dan yang paling parah, ga bawa daleman. sumpah. ga niat liburan banget anak-anak itu ckckck.
kurang lebih satu jam kemudian, tepat jam 1, jadwal keberangkatan kita, hujannya berhenti. praise the lord!<3 dan akhirnya kita berangkat ESQ dengan hati bahagia. kurang lebih abis ashar, kita sampe di Malang. oke, sebenernya itu masih Pandaan ya bukan Malang, tapi marilah kita anggap itu Malang karena itu dingin (yo ngene iki arek IPA wakakak). kita cepet-cepet unload barang-barang, lalu menuju semacam mushola terbuka untuk sholat ashar berjamaah. nah setelah itu baru deh istirahat. mau mandi, tidur, makan, terserah, pokoknya pas magrib harus langsung balik ke mushola lagi buat sholat magrib berjamaah. sebenernya peraturan disana ketat banget. kita semua diwajibkan on time. iya sih, tempatnya emang kayanya khusus buat nge-camp atau emg buat ESQ gitu. lebih mirip diklat, tapi asik lah. apalagi pemandangannya itu, ngggggh pol!<3
saat magrib pun tiba. aku, Lia, Pogot, Penceng, Talen, Nadya, Mamak (seperti biasa, 7 serangkai. seharusnya 9, tapi *ehem* Naufal sama Erri kan cowok jadi kamarnya pisah) berjalan santai menuju mushola, meskipun sebenernya udah telat.....:| sesudah sholat magrib, trainer kita nyuruh kita buat makan malam. eits, ga sembarang makan lho. makannya harus bareng-bareng, ga boleh ada yang mendahului, ataupun ngancritopo maneh iku ngancrit. dan ini adalah suasana makan disana.
setelah mengucapkan "selamat makan!" secara bersamaan, barulah kita semua boleh makan. no sound. no cellphones. all you need is focusing on what you eat. kurang lebih begitu peraturannya. dan, setelah makan ini, acara inti di mulai; ESQ. iya, itu lho yang nangis-nangis inget dosa, inget orang tua, inget guru, inget mati. sebenernya biasa sih, kesannya jadi bisa ditebak ngapain aja tuh ESQ. tapi yang aku suka, kita bisa jadi lebih deket sama Allah. dan tentunya lokasi yang dipilih sekolah, uasli jos uuuuwapik uadem pisan. tapi tetep bro, ga jauh dari kata angker. ya udah sih, ESQ-nya gitu-gitu aja; nangis. nah, abis ESQ ini yang seru. ternyata ada acara hipnoterapi lho! itu lho, terapi hipnotis supaya kita tersugesti buat belajar lebih giat. tapi tetep aja sugestinya ga bisa masuk ke aku. entahlah. aku yang susah konsentrasi, atau emang pada dasarnya aku ga mempan dihipnotis. jadi awalnya itu mbak-mbaknya suruh kita ngebayangin kalau kita lagi berada di tempat yang kita sukai. pasti dong, aku ngebayangin pantai. terus disuruh ngebayangin ada rumah bagus. terus bayangin kamu jalan masuk. terus bayangin kamu ngelihat tangga. terus bayangin kamu jalan ke tangga itu. lalu kamu berjalan turun. JEDER! disini konsentrasi saya mulai goyah. ada satu yang menjadi masalah: tangga yang ada di pikiranku itu naik, bukan turun. nah lho, yo opo terusan? ya sudah, buyarlah konsentrasi saya. tapi aku masih tetep berusaha bertahan. hingga pada akhirnya aku ga kuat, dan membuka mata. and amazingly, yang gagal ga cuma aku. ada Naufal, Penceng, sama Dewi yang juga ga mempan. kita berempat ngakak aja lihat anak-anak yang pas disuruh berdiri, peluk-peluk orang, ya tetep dilakuin meskipun mereka tidur. so funny! tapi yang aku salut, konsentrasi mereka patut dijadikan contoh.
ga berhenti sampai disitu. setelah hipnoterapi selesai, temen-temenku yang lain ternyata masih pada pusing gara-gara kaget abis dihipnotis tapi ga mempan. jadilah mbaknya ngadain hipnotis kedua yang tujuannya emang buat ngilangin pusingnya. "ayo adek-adek, rileks ya, pejamkan mata perlahan-lahan, terus, semakin rileks, dan semakin rileks, dan satu, dua, tiga, tidur!" BLAP! yang ada aku sama Dewi malah sama-mama ngebuka mata, dan lihat-lihatan. tapi pas kita noleh belakang.....WHOOP! Penceng sama Naufal tidur ternyata! wow. sugestinya masuk secepat itu. Penceng tidur dengan posisi terlentang, sementara Naufal masih sempoyongan, sebelum bisa ditahan oleh Dzaka. dan wajahnya Naufal waktu tidur itu......eh apa sih apa sih ndaaaaang:$ jadilah aku sama Dewi terkekeh sendiri lihat Penceng sama Naufal tidur. awalnya sih aku pikir cuma buat ngilangin pusingnya doang, eh tapi ternyata.... "sekarang kalian bayangkan bahwa angka 2 di dunia ini menghilang. tidak ada angka 2, tidak ada angka 2 di dunia ini. lupakan, buang jauh-jauh angka 2 dari pikiran kalian. buang. jauh, dan semakin jauh buang. hilangkan angka 2 dari pikiran kalian" woohoo, it's gonna be funny, and it was!=)) setelah dibangunin, semua yang tidur bisa lupa angka 2. "ayo dek, coba hitung jumlah jari tangan kalian" "satu, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebe....lho?" muahahaha! tawa terpecah dimana-mana. tapi entah kenapa Naufal tetep inget kalau 2 itu ada. mungkin sugestinya ga masuk kali ya.
setelah puas ketawa-ketiwi, dan tibalah waktunya tidur! dan, peraturannya, barang siapa yang diatas jam 11 belum tidur, maka harus tidur di luar. dan....gruduk! semuanya berlomba masuk kamar. tapi ujung-ujungnya juga tidurnya jam 1. hoam deeeeeh-_-
Sabtu, 19 Januari 2013.
gilaaaaa jam setengah 3 pagi udah digebrak-gebrak trainernya suruh bangun terus sholat tahajud. tidur aja ga puas. tapi toh kita tetep semangat, meskipun agak ga ikhlas waktu tidurnya ter-interrupt kek download-an gagal hehehe. cepet-cepet kita ambil wudhu, terus bergegas ke mushola lagi. abis tahajud, sholat hajat, witir, dan subuh, kami semua boleh istirahat sebelum nanti jam setengah 6 kumpul lagi buat persiapan senam pagi. jadilah kurang lebih jam 4.15, anak-anak memutuskan buat jalan-jalan muterin villa. dan ternyata pemandangannya bagus parah serius. apalagi waktu itu masih gelap, jadi tinggal nunggu sunrise. lucunya, mas-mas trainer kita bilang "dek, di pojokan sana ada villa kosong. banyak hantunya lho. coba kalau mau adu iman, kesana gih uji nyali" dan perkataan mas-mas trainer tadi langsung disambut dengan anggukan meriah dari teman-temanku. ya dasar nekat ya hahaha-_- dan inilah suasana perburuan sunset dan perburuan hantu ala The Passioners:)))
jadi, tanggal 18 dan 19 Januari 2013 kemaren, aku dan temen-temen XII IPA 1 alias The Passioners abis semacam refreshing trip sekalian ESQ. acara ini yang ngadain sekolah, jadi kebetulan kelasku ga sendirian, tapi ditemani oleh XII IPA 2, dan emang setiap anak kelas 12 wajib ikut. ya sebenernya acara utamanya ESQ sih, tapi aku tetap akan menyebutnya dengan liburan dadakan 87 hari sebelum UNAS. oke, so, here's the story.
Jumat, 18 Januari 2013.
| penggalauan nunggu hujan berhenti di kelas. kaya kapal pesiar ya *apaan* |
kurang lebih satu jam kemudian, tepat jam 1, jadwal keberangkatan kita, hujannya berhenti. praise the lord!<3 dan akhirnya kita berangkat ESQ dengan hati bahagia. kurang lebih abis ashar, kita sampe di Malang. oke, sebenernya itu masih Pandaan ya bukan Malang, tapi marilah kita anggap itu Malang karena itu dingin (yo ngene iki arek IPA wakakak). kita cepet-cepet unload barang-barang, lalu menuju semacam mushola terbuka untuk sholat ashar berjamaah. nah setelah itu baru deh istirahat. mau mandi, tidur, makan, terserah, pokoknya pas magrib harus langsung balik ke mushola lagi buat sholat magrib berjamaah. sebenernya peraturan disana ketat banget. kita semua diwajibkan on time. iya sih, tempatnya emang kayanya khusus buat nge-camp atau emg buat ESQ gitu. lebih mirip diklat, tapi asik lah. apalagi pemandangannya itu, ngggggh pol!<3
saat magrib pun tiba. aku, Lia, Pogot, Penceng, Talen, Nadya, Mamak (seperti biasa, 7 serangkai. seharusnya 9, tapi *ehem* Naufal sama Erri kan cowok jadi kamarnya pisah) berjalan santai menuju mushola, meskipun sebenernya udah telat.....:| sesudah sholat magrib, trainer kita nyuruh kita buat makan malam. eits, ga sembarang makan lho. makannya harus bareng-bareng, ga boleh ada yang mendahului, ataupun ngancrit
| left to right: Penceng, Lia |
![]() |
| left to right: Nadya, Me |
ga berhenti sampai disitu. setelah hipnoterapi selesai, temen-temenku yang lain ternyata masih pada pusing gara-gara kaget abis dihipnotis tapi ga mempan. jadilah mbaknya ngadain hipnotis kedua yang tujuannya emang buat ngilangin pusingnya. "ayo adek-adek, rileks ya, pejamkan mata perlahan-lahan, terus, semakin rileks, dan semakin rileks, dan satu, dua, tiga, tidur!" BLAP! yang ada aku sama Dewi malah sama-mama ngebuka mata, dan lihat-lihatan. tapi pas kita noleh belakang.....WHOOP! Penceng sama Naufal tidur ternyata! wow. sugestinya masuk secepat itu. Penceng tidur dengan posisi terlentang, sementara Naufal masih sempoyongan, sebelum bisa ditahan oleh Dzaka. dan wajahnya Naufal waktu tidur itu......eh apa sih apa sih ndaaaaang:$ jadilah aku sama Dewi terkekeh sendiri lihat Penceng sama Naufal tidur. awalnya sih aku pikir cuma buat ngilangin pusingnya doang, eh tapi ternyata.... "sekarang kalian bayangkan bahwa angka 2 di dunia ini menghilang. tidak ada angka 2, tidak ada angka 2 di dunia ini. lupakan, buang jauh-jauh angka 2 dari pikiran kalian. buang. jauh, dan semakin jauh buang. hilangkan angka 2 dari pikiran kalian" woohoo, it's gonna be funny, and it was!=)) setelah dibangunin, semua yang tidur bisa lupa angka 2. "ayo dek, coba hitung jumlah jari tangan kalian" "satu, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebe....lho?" muahahaha! tawa terpecah dimana-mana. tapi entah kenapa Naufal tetep inget kalau 2 itu ada. mungkin sugestinya ga masuk kali ya.
setelah puas ketawa-ketiwi, dan tibalah waktunya tidur! dan, peraturannya, barang siapa yang diatas jam 11 belum tidur, maka harus tidur di luar. dan....gruduk! semuanya berlomba masuk kamar. tapi ujung-ujungnya juga tidurnya jam 1. hoam deeeeeh-_-
Sabtu, 19 Januari 2013.
gilaaaaa jam setengah 3 pagi udah digebrak-gebrak trainernya suruh bangun terus sholat tahajud. tidur aja ga puas. tapi toh kita tetep semangat, meskipun agak ga ikhlas waktu tidurnya ter-interrupt kek download-an gagal hehehe. cepet-cepet kita ambil wudhu, terus bergegas ke mushola lagi. abis tahajud, sholat hajat, witir, dan subuh, kami semua boleh istirahat sebelum nanti jam setengah 6 kumpul lagi buat persiapan senam pagi. jadilah kurang lebih jam 4.15, anak-anak memutuskan buat jalan-jalan muterin villa. dan ternyata pemandangannya bagus parah serius. apalagi waktu itu masih gelap, jadi tinggal nunggu sunrise. lucunya, mas-mas trainer kita bilang "dek, di pojokan sana ada villa kosong. banyak hantunya lho. coba kalau mau adu iman, kesana gih uji nyali" dan perkataan mas-mas trainer tadi langsung disambut dengan anggukan meriah dari teman-temanku. ya dasar nekat ya hahaha-_- dan inilah suasana perburuan sunset dan perburuan hantu ala The Passioners:)))
![]() |
| pake jaket kebangsaan dong, jaket Passione. meskipun muka mbladus tetapi jaketnya mulus:))) |
![]() |
| left to right: Penceng, Desi, Lia, Rukhi, Opik, Me, Pogot |
perjalan kami lalui sambil nyanyi-nyanyo dan mainan senter. kita juga sempat milih-milih villa mana yang paling bagus, dan pas nemu, ketahuan sama yang punya villa soalnya diintip dari jendela. isin reeeeek:))
oh iya. perburuan hantunya gagal lho. anak-anak pada ga berani ternyata. pas sampai di depan villa kosongnya, yang ada anak-anak malah lari. tapi ya sudahlah, toh paling enggak udah tahu villa kosongnya seangker apa. kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berburu sunrise. serius, ini sunsetnya menghasilkan efek cahaya yang keren banget. makin terang, makin tinggi matahari, makin keren pula langitnya. perpaduan biru sama orange. keren pokoknya! anak-anak juga masih terpesona sama kerennya pemandangan sunrise pagi itu.
| awwww<3 |
keren kan?:3 seharusnya kalau difoto pake kamera pro lebih keren lagi. sayangnya itu fotonya cuma pake hp hehehe.
sesudah hunting foto, dan puas memandangi sunrise, matahari udah tinggi rupanya. cepet-cepet kita balik ke villa buat persiapan senam pagi. dan alhasil sendalku putus gara-gara kebanyakan gerak. abis lagunya semacam dangdut remix 'pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah~' sih. tapi ujung-ujungnya juga pada lepas sandal semua sih, alias cekeran wakakakak.
ternyata, abis senam kita diajak buat naik ke atas bukit. awalnya aku gamau, soalnya waktu itu perutku kumat. tapi setelah berusaha bertahan dan berjuang alay deh akhirnya aku kuat berjalan.
![]() |
| pada seneng nih. padahal sebenernya......*ngos-ngosan* |
tapi ternyata ga rugi kita jalan capek-capek. pemandangannya terbayar, bro! sumpah. itu adalah salah satu pemandangan paling keren yang pernah aku lihat. ah, Indonesia!<3
![]() |
| kasian cowoknya pada tepar |
| yah, resiko orang item yah. begini pun tak nampak. huf. |
![]() |
| and we're the girls! |
yaaaah, jadi intinya pemandangannya buagus, dan kita kompaknya juga dapet banget. ah, pokoknya gonna miss it so much lah. belum sampe sejam disana, trainernya udah nyuruh kita buat turun lagi villa tempat kita nginep, dan sarapan pagi. sebenernya kecewa sih, tapi mau gimana lagi, udah terjadwal seperti itu. sedih ya. dan turunnya itu.....bener-bener ga bisa direm. kaya mau jatuh aja ahahaha abis terjal banget sih turunnya. anak-anak pake acara gendong-gendongan segala, yo tambah pegel rek.
begitu nyampe di villa, kita sarapan, dan tetap dengan peraturan yang sama seperti kemaren. abis itu juga ada materi terakhir, yaitu otak kanan dan otak kiri. ya seperti biasa lah kalau saya, ketebak juga hasilnya pasti bakalan dominan otak kanan-_-
sedihnya lagi, abis materi terakhir itu, kita semua udah harus angkat kaki dari sana. ngaaaaah padahal masih pengen lebih lama lagi disana:( kira-kira jam 10 kita keluar dari villa, dan balik ke Surabaya. tapi di perjalanan pulang, kita mampir di Bakpo Telo. dan seperti biasa, saya ga beli apa-apa:))
haaaah. bener-bener pengalaman yang ga akan terlupakan. bukan apa sih, tapi kebersamaan bareng The Passioners yang tinggal beberapa bulan lagi sebelum akhirnya berpisah. sedih rasanya ngebayangin itu semua. dan saat-saat terakhir ini harus bener-bener dimanfaatin, sebelum nanti di Bali adalah puncak kebersamaan terakhir kami sebagai teman satu kelas selama 2 tahun, mendiami kelas yang sama, merasakan penderitaan, kebahagiaan, kesedihan, ketegangan, dan cinta yang sama. cinta sebagai teman sekelas kecuali yang satu itu ya cintanya lain *eh selama 2 tahun nonstop lho. gonna miss you guys, The Passioners:( much love for you all! sukses UNAS dan SNMPTN kita, dan BALIIII!!!!!<3
![]() |
| The Passioners XII IPA 1 SMA Negeri 3 Surbaya 2012-2013 with the ESQ's trainers |
Subscribe to:
Posts (Atom)

























